Menuju Masyarakat Indonesia Yang ''Melek'' Keuangan Syariah

REPUBLIKA.CO.ID, Awal tahun 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis siaran pers mengenai Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan. Indeks tersebut merupakan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016.

Hasil survei tersebut menunjukkan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional masing-masing sebesar 8,11 persen dan 11,06 persen. Jika dilihat secara sektor perbankan syariah, tingkat literasi dan inklusi perbankan syariah sebesar 6,63 persen dan 9,61 persen.

Hasil tersebut berarti masyarakat sudah mulai menggunakan produk perbankan dan keuangan syariah, namun belum semuanya paham mengenai produk perbankan dan keuangan syariah yang digunakan tersebut. Di awal tulisan ini, disebutkan mengenai literasi dan inklusi keuangan. Lalu apa arti dari dua kata tersebut? Menurut Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia: 2013 literasi keuangan adalah rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan, dan keterampilan konsumen dan masyarakat luas dalam mengelola keuangan sehingga mereka mampu mengelola keuangan dengan lebih baik.

Adapun inklusi Keuangan adalah upaya mewujudkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan untuk mengurangi kerentanan dan ketidakmampuan ekonomi serta untuk mengurangi kemiskinan.

Literasi keuangan penting dilakukan dengan alasan pertama perkembangan industri jasa keuangan yang semakin kompleks mengakibatkan produk dan jasa keuangan menjadi semakin beragam sehingga diperlukan pemahaman mengenai produk dan jasa keuangan yang lebih komprehensif, kedua semakin terintegrasinya produk-produk keuangan yang ditawarkan oleh industri jasa keuangan, ketiga kecenderungan masyarakat Indonesia mencari keuntungan tanpa mempertimbangkan risiko, keempat pada umumnya masyarakat Indonesia belum memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen jasa keuangan, terakhir akses informasi keuangan kurang optimal.

Melalui siaran persnya OJK mengatakan salah satu misi OJK, yaitu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. OJK menjalankan kebijakan yang bersifat preventif di antaranya Literasi, Edukasi serta Inklusi Keuangan. Kebijakan tersebut terus dilakukan baik untuk industri jasa keuangan konvensional maupun syariah.

"Khususnya perbankan dan keuangan syariah, kegiatan edukasi dan inklusi keuangan telah diprogramkan secara komprehensif yang tertuang dalam Roadmap Perbankan Syariah Indonesia 2015-2019," ujar OJK dalam siaran persnya.

Kegiatan apa saja yang telah dilakukan OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah? Departemen Perbankan Syariah (DPBS) OJK terus melaksanakan sosialisasi serta edukasi perbankan syariah. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan memahami perbankan syariah, maka akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan produk perbankan syariah.

Kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS) yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 14 Juni 2015 di Senayan, Jakarta, dilaksanakan sebagai strategi Edukasi Keuangan Syariah secara massive untuk meningkatkan awareness masyarakat luas terhadap kemanfaatan yang dimiliki oleh industri keuangan syariah. Selanjutnya, Kampanye ACKS terus dilaksanakan melalui berbagai program dengan target segmentasi audience yang berbeda. Program tersebut diantara lain, Keuangan Syariah Fair dan Expo iB Vaganza di beberapa kota di Indonesia. Kegiatan ini merupakan strategi OJK untuk untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman kepada masyarakat mengenai keunggulan produk/layanan perbankan dan keuangan syariah.

Selain itu, DPBS OJK juga melaksanakan sosialisasi dan edukasi perbankan syariah kepada berbagai segmen, di antaranya:

- Komunitas Sosial Media sebagai salah satu komunitas yang berpotensi menjadi penyebar informasi di masyarakat luas. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Workshop iB Blogger serta iB Blogger Competition.

- Da’i, pengurus masjid, kalangan pondok pesantren, ulama dan kiai di beberapa kota melalui workshop halaqah perbankan syariah.

- Dosen atau akademisi melalui Training of Trainers perbankan syariah bekerja sama dengan universitas.

- Tenaga pengajar setingkat SMP/SMA/sederajat melalui workshop perbankan syariah.

"DPBS OJK terus menyusun strategi yang komprehensif guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perbankan syariah, yang pada akhirnya diharapkan dapat menggunakan produk atau jasa perbankan syariah," ujar OJK.

Untuk terus mendapatkan pengetahuan terkait industri jasa keuangan syariah Anda, terutama industri jasa perbankan syariah bisa mengaksesnya di www.ojk.go.id.

Source : http://www.republika.co.id/berita/ojk/perbankan-syariah/17/06/17/orophk423-menuju-masyarakat-indonesia-yang-melek-keuangan-syariah

Menuju Masyarakat Indonesia yang ''Melek'' Keuangan Syariah
FWD Life Ciptakan Komunitas Literasi Keuangan - Membangun Generasi Muda Mandiri
Lawble, Inovasi Baru Aplikasi Teknologi Hukum Digital
BNI dan BNI Syariah selenggarakan BNI Digimudik
Al-Qur’an rahmat seluruh umat manusia