Rona Budaya Muslim Kazakhstan: Dari Fashion Hingga Cara Minum Teh

Almaty - Tradisi dan budaya kini terus dirawat di Kazakhstan. Lepas dari cengkeraman Uni Soviet, membuat orang Kazakhs ingin kembali menghidupkan identitas mereka.

Festival dan perayaan sering diadakan di Kazakhstan. Seperti nauryz dan festival apel yang diadakan setahun sekali.

Dalam pagelaran besar seperti ini ataupun pesta pernikahan, kita bisa menikmati sajian tarian dan musik. Di mana semua orang akan mengenakan pakaian tradisional.

Pakaian tradisional Kazakhstan sudah ada dari zaman Kazakhs-Khanate. Bangsa nomaden yang berjaya di Abad 15 hingga 19 Masehi. Agar tahan di segala cuaca, pakaian mereka dibuat dari bahan kualitas terbaik, mulai dari bulu binatang hingga hiasan emas. Namun seiring perkembangan zaman, bahan pembuatan pakaian berubah jauh lebih sederhana.

Tim Jazirah Islam kembali melanjutkan perjalanan, di wilayah Selatan Kazakhstan. Kali ini, Kota Turkistan menjadi tujuan. Tim Jazirah Islam hendak bertemu pembuat baju tradisional, yang masih aktif meneruskan tradisi. Ia adalah Bibykhan, yang sudah 12 tahun membuat baju tradisional yang disebut kunikey koilek.

Kunikey berarti sinar matahari dalam bahasa Kazakhstan. Karena baju ini selalu dibuat dari kain warna-warni, serupa bias cahaya matahari. Setelah baju dibentuk sesuai pola, Bibykhan akan memasang manik-manik aneka warna, dan juga ornamen khas Kazakhstan pada kunikey koilek ini.

Sehari-hari, Bibykhan dibantu oleh adik dan anak perempuannya untuk membuat pakaian ini. Butuh waktu 3 sampai 7 hari, untuk menyelesaikan satu kunikey koilek. Kecintaan akan budaya Kazakhstan, yang membuat Bibykhan tekun menjalani profesinya.

Rona Budaya Muslim Kazakhstan: Dari Fashion hingga Cara Minum TehFoto: Bibykhan (berbaju biru-hitam), perancang busana tradisional Kazakhs (Hilman/TRANS7)

"Ketika mendapat pesanan, mengerjakan dan melihat hasilnya, saya benar-benar merasa sangat puas. Karena saya benar-benar suka dan tertarik untuk membuat baju tradisional ini," tutur Bibykhan.

Pakaian yang dibuat Bibykhan tidak hanya dalam ukuran dewasa . Untuk anak-anak pun tersedia. Hingga kini pakaian ini selalu dikenakan dalam acara istimewa, seperti perayaan tradisi atau pernikahan. Satu lagi warisan tradisi yang masih tersimpan apik dan menjadi kekayaan bangsa Kazakhstan.

(Ketinggalan Jazirah Islam di TRANS7? Anda bisa tonton videonya di sini)

Ada 70 persen warga Kazakhstan memeluk Islam, di antara 17 juta penduduknya. Praktik kehidupan muslim terasa lebih semarak di pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk modernitas.

Tim Jazirah Islam melanjutkan perjalanan ke Desa Karusun, 70 kilometer dari Almaty. Tujuan kami adalah pasar ternak terbesar di selatan Kazakhstan. Setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, area ini akan penuh sesak oleh beraneka ragam ternak.

Rona Budaya Muslim Kazakhstan: Dari Fashion hingga Cara Minum TehFoto: Pasar hewan terbesar di selatan Kazakhstan (Hilman/TRANS7)

Di pasar ini , tim Jazirah Islam akan bertemu keluarga Bedelkhan, keluarga muslim asli Karusun. Seperti lazimnya keluarga di pedesaan , Bedelkhan juga menggantungkan hidupnya pada usaha peternakan. Orang Kazakhs memang tidak dipisahkan dari ternak karena daging selalu tersedia, dalam menu makan mereka.

Baru 5 tahun terakhir, keluarga Bedelkhan kembali ke Kazakhstan. Saat pendudukan Uni Soviet, mereka tinggal di Urumqi, Provinsi Xinjiang, Tiongkok yang memang berbatasan dengan Almaty di sebelah timur. Namun karena kehidupan muslim yang kian terkekang di Urumqi, mereka kembali ke Kazakhstan.

Rona Budaya Muslim Kazakhstan: Dari Fashion hingga Cara Minum TehFoto: Keluarga Bedelkhan di Desa Karusun Kazakhstan (Hilman/TRANS7)

Jika datang ke keluarga Kazakhstan, sebaiknya dalam perut kosong karena mereka akan menjamu makanan beraneka rupa. Selain makanan, ada satu yang tidak boleh absen, yaitu chay atau teh yang disuguhkan dalam mangkuk kecil. Mangkuk ini juga berfungsi untuk menghangatkan tangan karena cuaca yang dingin. Menariknya, teh ini sengaja hanya disajikan setengah mangkuk saja. Agar teh cepat habis, dan tamu bisa meminta berulangkali, sehingga dipastikan tamu selalu mendapat teh hangat.

Selain agar selalu mendapat teh dalam keadaan hangat, mengisi teh hanya setengah mangkuk juga menjadi tanda kesopanan di Kazakhstan. Karena jika terisi penuh, tandanya tuan rumah ingin tamu segera pulang.

Rona Budaya Muslim Kazakhstan: Dari Fashion hingga Cara Minum TehFoto: Teh selalu ada di meja orang Kazakhs (Hilman/TRANS7)

Namun beda wilayah, beda juga tata caranya. Ada pula desa di Kazakhstan yang menganggap tidak sopan, jika teh hanya terisi setengah, karena tamu hanya bisa minum sedikit.

Di Selatan Kazakhstan, kami mendapat cerita berkesan. Akan kehidupan muslim yang kental dengan rona budaya.

Saksikan perjalanan menelusuri warisan tradisi negeri Kazakhstan dalam program "JAZIRAH ISLAM" di TRANS 7, Selasa 19 Juni 2017 pukul 15.00 WIB.

(nwk/nwk)

Source : http://news.detik.com/berita/d-3535907/rona-budaya-muslim-kazakhstan-dari-fashion-hingga-cara-minum-teh

Rona Budaya Muslim Kazakhstan: Dari Fashion hingga Cara Minum Teh