Siak Terapkan Pendidikan Wustho Sebagai Bekal Agama Siswa

Riau24.com, SiakBanyaknya isu mengkhawatirkan perihal kurikulum baru yang kabarnya mempengaruhi jam belajar pendidikan agama anak-anak pelajar, Bupati Siak Syamsuar menegaskan orang tua murid tak perlu khawatir perihal pemdidikan anaknya di sekolah Kabupaten Siak.

Ia mengatakan, pendidikan karakter termasuk pendidikan agama, telah ia terapkan lebih dulu untuk anak-anak tingkat SD dan SMP sederajat. Sehingga orang tua dapat tenang dengan pendidikan yang dikecap oleh anaknha.

"Bapak Mendiknas pernah langsung ke Siak dan kami pun diundang untuk menjadi narasumber. Apa yang telah dilakukan Pemkab Siak inilah yang kemudian menjadi percontohan di tingkat Nasional," kata Syamsuar dikutip dalam akun facebook pribadinya, Ahad, 18 Juni 2017.

Pendidikan untuk anak-anak SMP sederajat di Kabupaten Siak, dimulai pukul 07.30-14.00 WIB. Anak-anak salat Zuhur di sekolah. Pukul 14.00 WIB, saat para Guru mereka pulang, anak-anak melanjutkan pendidikan Wustho sampai pukul 16.00 WIB hingga ditutup dengan salat ashar sebelum para siswa pulang.

Sedangkan untuk siswa SD pulang sekolah sekitar pukul 12.45 WIB. Bagi yang beragama Islam, mereka kemudian diwajibkan masuk PDTA atau TPA, karena sudah diatur dalam Perda tentang PDTA.

Siswa SMP se Kabupaten Siak yang beragama Islam, seluruhnya diwajibkan belajar Wustho setelah kurikulum Nasional yakni sekitar pukul 14.00-16.00 WIB. Sedangkan untuk siswa SMA/SMK belum dianjurkan mengikuti pendidikan pada sorenya karena jenjang tersebut saat ini pembinanya langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

"Pendidikan karakter keagamaan merupakan hak dasar dan kewajiban kita para orang tua memberikan pada anak-anak. Karena kelak merekalah yang akan menjadi penerus kita, maka penting menjadikan anak dengan kepribadian dan akhlak yang baik, sesuai dengan tuntunan Al Quran," jelas Syamsuar.

Setelah Ma’had Aly sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren pada jenjang Pendidikan Diniyah Formal (PDF) diresmikan bulan Mei 2016 lalu, kini Kementerian Agama (Kemenag) juga meresmikan sekolah berbasis pesantren yang meliputi Pendidikan Diniyah Formal tingkat Ula (setingkat MI/SD), Wustho (setingkat MTs/SMP), dan Ulya (setingkat MA/SMA/SMK).

Pada tahun pertama, Kemenag meresmikan 12 PDF tingkat Wustho dan Ulya dari seluruh Indonesia. Penetapan legalitas ini juga disertai penyerahan Surat Keputusan (SK) izin operasional kepada 12 PDF tersebut.

Kasubdit Pendidikan Diniyah Ahmad Zayadi menerangkan, legalitas Pendidikan Diniyah Formal pada tingkat Ula, Wustho, maupun Ulya yang berbasis di pesantren menetapkan satuan pendidikan di pesantren ini setara dengan lembaga pendidikan formal lain seperti madrasah dan sekolah umum.

R24/zdy

 

Source : http://www.riau24.com/berita/baca/73872-siak-terapkan-pendidikan-wustho-sebagai-bekal-agama-siswa/

Siak Terapkan Pendidikan Wustho Sebagai Bekal Agama Siswa